Kerjasama dengan klinik BKR MKGR

Ormas Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR) telah mengundang Imani Primary Care (IPC) untuk menjadi konsultan dan pendamping dalam program revitalisasi klinik di jejaring BKR-MKGR. Pertemuan yang diadakan di kantor DPP MKGR di Jalan Diponegoro Jakarta berlangsung baik pada 3 Februari lalu dan dihadiri oleh semua stakeholder MKGR yang terkait. Beberapa rencana strategis dan rencana kerja telah disusun dan akan ditindaklanjuti dalam rapat-rapat berikutnya. Semoga kerjasama ini banyak membawa manfaat bagi masyarakat.

IMG_3728

IMG_3731

Dr Burhanuddin memberikan presentasi dan rencana kerja dari IPC

Dr Burhanuddin memberikan presentasi dan rencana kerja dari IPC

 

Foto bersama IPC dan MKGR

Foto bersama IPC dan MKGR

Rapat Umum Pemegang Saham 2016

PT Persada Imani Husada telah mengadakan RUPS tahun 2016 pada 31 Januari di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta. Rapat dihadiri oleh semua pemegang saham, dewan komisaris dan direksi yang berjumlah 23 orang.

Sebuah diskusi panel telah diadakan sebelum rapat untuk meningkatkan wacana bisnis bagi semua yang hadir. Para narasumber terdiri dari Drs Chairil Anwar, Apt., Aleg Komisi IX yang membawahi bidang kesehatan, Prima Kumara, ST., Presiden Direktur Relife Property Management, dan DR Fahmy Alaydroes, S.Psi, MM, M.Ed., Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu.

IMG_3595

Sambutan dari Direktur Utama PT PIH, Dr Achmad Zaki, Sp.OT, M. Epid

IMG_3624

Wacana bisnis dari Bapak Prima Kumara, ST

IMG_3652

Peserta rapat dengan narasumber diskusi panel

 

Agenda dilanjutkan dengan RUPS yang diadakan tertutup dengan semua para pemegang saham, dipimpin oleh komisaris utama Dr Eka Ginanjar, Sp.PD, KKV, FINASIM, FACP.

Rapat telah memilih 4 orang komisaris baru yaitu: Dr Budi Setiawan Djamhur, MARS., Dr Eka Ginanjar, Sp.PD, KKV, FINASIM, FACP., Dr Achmad Zaki Sp.OT, M.Epid, dan Dr Kornadi, Sp.JP., dan 3 orang direktur yaitu: Dr Burhanuddin Hamid, MARS., Dr Arief Wardoyo, SpPD dan Dr Siti Aisyah Ismail.

Beberapa strategi baru telah ditetapkan sebagai target bagi tahun 2016. Waktu dan pengalaman akan selalu menjadi bagian dari pembelajaran yang akan menjadi bekal dalam menempuh jalan ke depan. Semoga Allah selalu memelihara niat kita dalam mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat. Amin.

IMG_3656

RUPS sedang berlangsung

IMG_3669

Para pemegang saham, dewan komisaris dan direksi PT PIH

 

Internship & Career Discussion ’16

IMANI Primary Care telah diundang oleh Forum Studi Islam (FSI) FKUI untuk mengisi salah satu sesi dalam acara Internship & Career Discussion 2016 (ICD-16) pada 16 Januari di Aula Masjid Asy-Syifa’ RSCM. Acara ini dihadiri oleh para dokter lulusan 2015 dari FK Universitas Indonesia, FK Universitas Muhammadiyah Jakarta, FK Universitas Trisakti, FK Universitas Jendral Ahmad Yani, FK Universitas Pembangunan Nasional, FK Universitas Islam Negeri yang akan menjalani program internship pada tahun ini.

IMG_3454

IMG_3457

Dr Siti Aisyah Ismail, menyampaikan tentang Imani Primary Care

IMG_3460

Para peserta ICD-16



 

 

Logo Baru IPC

Mengawali tahun 2016, IMANI Primary Care memperkenalkan logo baru untuk semua branding klinik di dalam jejaring IPC. Sesuai dengan rencana yang telah disusun bersama dalam 2016 Business Plan November lalu, IPC optimis dalam mengembangkan usaha dan meluaskan jaringan. Bismillah!

 

IMG_3429

Membentuk Bangsa yang Mandiri melalui Pendidikan dan Kesehatan

Negara yang merdeka akan menghasilkan bangsa yang mandiri yang dicetak dari sistem pendidikan yang baik. Bermula dengan misi dan visi para pemimpin lalu merencanakan program untuk diimplementasikan ke dalam masyarakat. Namun dalam setiap tahapan yang dilalui, bisa terjadi hambatan yang akhirnya menghambat pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sebuah negara dapat dianalogikan sebagai sebuah organisasi dengan komponen-komponen dan peran masing-masing sebagai berikut:

a) Pemimpin dan kepemimpinan (leader and leadership)

Para pejuang kemerdekaan yang menjadi pendiri bangsa ini memiliki tahap pendidikan yang melahirkan kasadaran untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat dan mandiri. Perjuangan mereka berubah dari upaya membebaskan negara dari penjajah kepada perjuangan membangun bangsa yang siap bersaing. Pasca kemerdekaan mereka merancang desain sebuah bangsa dan negara dan menetapkan arah tujuannya. Pendekatan top-down digunakan untuk implementasi visi dan misi yang mereka bentuk dengan membuat program jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Bila pemimpin tidak mempunyai grand design tentang ke mana arah bangsa ini mau dibawa, negara sebagai sebuah organisasi tidak bisa bergerak ke arah mencapai tujuannya. Sistem pendidikan kita saat ini belum bisa menghasilkan individu yang mandiri dan merdeka dalam arti yang sesungguhnya. Hal ini bisa terjadi karena para pemimpin mungkin belum menguasai filosofi pendidikan yang sesungguhnya yaitu pembentukan karakter. Fungsi para guru bukan sekedar transfer ilmu (mu’allim) kepada peserta didik, tapi membentuk pribadi (muaddib) mereka menjadi individu yang baik. Pendidikan kita hanya menekankan aspek fisik seperti aksesibilitas, fasilitas fisik, pengadaan tenaga pengajar dan sebagainya, tapi belum memperhatikan aspek kualitas seperti kurikulum yang baik, muatan dan nilai yang diajarkan, kualitas tenaga pengajar dan pemerataan mereka.

b) Individu yang membentuk masyarakat dengan penguasaan yang baik terhadap personal mastery, mental model, mempunyai shared vision dan membentuk team learning

Pemimpin yang visionary harus didukung oleh masyarakat yang mempunyai value yang baik. Program yang baik tidak bisa berhasil bila implementasi di tingkat grass root tidak efektif.  Hambatan-hambatan bisa saja terjadi di setiap komponen tersebut. Mental sebagai bangsa yang terjajah belum bisa dihilangkan walaupun negara sudah 70 tahun mencapai kemerdekaan. Bangsa ini masih dibelenggu ketergantungan terhadap pihak eksternal yang menggambarkan bahwa personal mastery dan mental model belum dikuasai dengan baik. Kemerdekaan diartikan hanya secara literal yaitu merdeka dari kekuasaan politik, namun arti kemerdekaan sesungguhnya yang berarti mandiri dan bebas menentukan masa depan sendiri belum dapat diinternalisasi.

c) Pemimpin dan masyarakat menjalankan program yang telah disepakati bersama untuk mencapai tujuan yang diinginkan

Sebagai sebuah tim, pemimpin dan masyarakat harus bersinergi dalam mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Sebuah excellent organization akan memperhatikan setiap komponen dengan saksama, mengidentifikasi hambatan-hambatan (contraints) yang terdapat di setiap tahapan serta berusaha mencari solusinya sehingga dapat terus-menerus mencapai tujuannya.

Sistem pendidikan di negara ini perlu diperbaiki tujuan dan filosofinya oleh pemerintah dengan masukan dari para pakar pendidikan. Hambatan-hambatan yang ada perlu diidentifikasi dan dicarikan solusinya. Kualitas pendidikan dari aspek muatan kurikulum, nilai yang diajarkan, pembentukan karakter, kapasitas dan kualitas tenaga pengajar, distribusi dan pemerataan mereka di seluruh Indonesia, penyediaan sarana dan fasilitas fisik dan sebagainya merupakan tanggungjawab pemerintah sebagai pemimpin.

Para peserta didik, orang tua dan masyarakat berperan dalam mendukung proses belajar-mengajar dan tidak hanya menyerahkan 100% kepada sekolah dan guru. Penanaman nilai, pembentukan karakter dan penguatan-penguatan perlu dilakukan juga di rumah karena sebagian besar waktu anak adalah di rumah. Lingkungan yang aman, hubungan baik antar tetangga, struktur sosial masyarakat yang baik semuanya menyumbang terhadap perkembangan dan pembentukan kepribadian.

Dalam bidang kesehatan, kerangka pikir yang sama perlu diterapkan. Sebagai bangsa yang merdeka, kita sedang menuju ke arah bangsa yang produktif sehingga tidak perlu tergantung secara ekonomi kepada negara lain. Produktivitas dapat dicapai bila masyarakatnya sehat dan mempunyai kompetensi yang cukup, yang pada gilirannya akan meningkatkan status ekonomi lalu menjadi bangsa yang mandiri yang self-sustaining.

Slide2

Kemajuan sebuah negara diukur dari Human Development Index yang di dalamnya menilai tingkat pendidikan dan tahap kesehatan masyarakatnya. Kompetensi dan karakter yang baik harus ditampung oleh fisik yang sehat. Kedua-dua aspek ini penting karena ia menentukan produktivitas dan daya ungkit ekonomi sebuah negara. SDM yang mempunyai kapasitas dan kompetensi yang baik merupakan aset berharga sebuah negara yang siap bersaing dalam skala nasional maupun internasional. Bila karakteristik ini diproyeksikan ke jumlah populasi yang besar di negara ini, dapat dibayangkan kekuatan ekonomi dan status politik internasional yang bisa diraih.

Bila dilihat dalam perspektif mikro, sistem kesehatan nasional masih mengalami banyak hambatan seperti kebijakan-kebijakan yang tidak jelas dan saling berkonflik, implementasi program yang tidak sesuai dengan filosofi dan tujuan program, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, aksesibilitas terhadap fasilitas kesehatan yang belum baik, kualitas dan kompetensi tenaga kesehatan yang belum memenuhi standar dan sebagainya. Sebagai bangsa yang merdeka, bidang kesehatan sewajarnya menjadi prioritas utama pemerintah dengan memberikan anggaran yang besar dan menyediakan pelayanan kesehatan yang baik sehingga tingkat kesehatan masyarakat dapat dijamin yang pada gilirannya menjadikan kita bangsa yang produktif dan mandiri.

Untuk menjadi sebuah excellent organization, negara harus memiliki pemimpin yang visioner yang mampu menggerakkan masyarakat menuju tujuan yang telah ditetapkan. Program-program yang telah dibuat dalam rangka mencapai tujuan perlu difahami bersama dan didukung implementasinya oleh masyarakat. Hambatan-hambatan yang ada perlu diidentifikasi dan dicarikan solusinya sehingga tujuan dapat segera dicapai. Dengan itu, negara dapat terus-menerus mencapai tujuannya dan menjadi bangsa yang merdeka dan mandiri.

IPC 1st National Meeting & 2016 Business Plan

IMG_3022 IMG_3050

Rapat Kerja Nasional pertama yang membahas rencana pengembangan bisnis 2016 Imani Primary Care, telah terselenggara pada 28-29 November 2015 di Villa Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. Dihadiri oleh pimpinan semua klinik anggota IPC dan 1 klinik anggota baru, diskusi telah berjalan baik serta menelurkan banyak ide-ide cemerlang.


IMG_3039IMG_3026Rencana bisnis dibahas dari 4 perspektif Balanced Score Card, lalu diterjemahkan ke dalam perspektif manajemen operasional sehingga memudahkan implementasinya. IPC dan klinik anggota akan saling mendukung dalam meraih manfaat kolektif, baik dalam aspek bisnis maupun aspek manfaat terhadap masyarakat. Semoga tahun 2016 menyaksikan pertambahan anggota dalam jejaring IPC dan klinik anggota IPC mencapai peningkatan bisnis yang tinggi. Kuatkan profesi, kokohkan peran dalam berkhidmat!

IMG_3063

 

Membentuk Learning Organization dari Team Learning

Membentuk Learning Organization dari Team Learning

Team Learning merupakan suatu proses menyelaraskan dan membangun kapasitas tim untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama.  Ini merupakan salah satu karakteristik dari sebuah Learning Organization. Suatu kehidupan organisasi akan bertumbuh dengan baik jika para anggotanya memiliki kesepahaman akan tujuan bersama dan sama-sama meningkatkan diri dengan cara belajar secara terus-menerus menurut kapasitas atau kompetensi masing-masing.  Biasanya para anggota tim telah memiliki potensi diri (personal mastery) dan mental model yang kuat, bisa berpikir secara holistik atau sistemik serta berwawasan untuk mencapai visi bersama.

Pada hakekatnya proses belajar tidak mengenal perbedaan, apapun latar belakang hidup seseorang. Manusia dan makhluk hidup lainnya dituntut untuk tetap mampu beradaptasi agar mereka bisa bertahan. Beradaptasi membutuhkan  inovasi dan kemampuan untuk berkreasi. Dan ini semua bisa didapat dengan cara belajar, baik secara individual maupun bersama.

Tahap pembentukan Team Learning:

  1. Orientation; tahap yang dilandasi oleh semangat menggebu dengan terkadang memiliki  harapan yang kurang realistis dan kurangnya kejelasan bagi anggota terhadap tujuan norma ataupun visinya.
  2. Dissatisfaction; adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, semangat jadi menurun dan cenderung frustrasi akan peran dan tujuan. Adanya kepercayaan yang rendah dan merasa tidak mampu.
  3. Integration; mulai ada kejelasan dan komitmen terhadap peran, tugas dan visi. Timbul kepercayaan dan saling menghormati serta cenderung menghargai perbedaan untuk menghindari konflik.
  4. Production; fase dimana sudah ada kejelasan peran, nilai dan tujuan. Sekalipun sudah produktif untuk menghasilkan suatu karya, pembelajaran dan pemberdayaan tim tetap secara terus menerus ditingkatkan.

Untuk kejelasan dan  kepastian akan arah tujuan tim, visi yang dibangun harus menjadi kesepakatan dan dipahami bersama. Peran anggota yang berbeda dapat dilaksanakan namun tetap berada dalam satu koridor tujuan yang sama. Kombinasi dan kolaborasi yang juga dibangun melalui dialog dan diskusi baik pada fase dissatisfaction hingga ke production akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Proses belajar dalam satu tim akan menjadi efektif jika didasari oleh keterbukaan terhadap perubahan yang sedang berkembang, up to date dan aplikatif. Hal ini bisa diterapkan dalam kehidupan berorganisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang diinginkan bersama tersebut.

Inovasi akan dihasilkan dengan mengembangkan terus proses pembelajaran baik di tingkat personal maupun  tim. Jadi team learning bisa menciptakan karya yang inovatif dan pada beberapa hal menjadi pelopor pembaharuan terhadap nilai-nilai atau kelaziman yang berkembang pada suatu masa.

Team learning dalam membentuk learning organization prosesnya pastilah melalui serangkaian interaksi antar anggotanya. Bisa dalam bentuk dialog, diskusi, seminar bahkan mungkin saja dengan adanya perdebatan. Dialog merupakan komunikasi dua arah di mana pihak pertama mengajukan pertanyaan  dan pihak lainnya menjelaskan atau mengklarifikasi sehingga tercapai pemahaman yang sama, terlepas dari setuju atau tidak. Sedangkan Diskusi merupakan bentuk komunikasi  multi arah, antar berbagai komunikator untuk mendapatkan suatu konsensus dari topik yang diperbincangkan.

Dalam kehidupan, baik sebagai personal maupun dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, asal bisa mengembangkan personal mastery, memiliki mental yang tangguh, berpikir secara sistemik,  sepakat  menjalankan visi bersama  serta mampu  mengontrol  untuk  mengurangi kelemahan dalam diri maupun tim, pastilah akan mendapatkan hasil yang luar biasa. Dan niscaya penghargaan (reward) pun akan datang tanpa diharap atau diminta.  Dengan kata lain, aktifitas positif baik secara personal maupun tim apalagi bermanfaat bagi orang lain, dengan sendirinya akan mendatangkan juga penilaian dari orang atau kelompok lainnya. Cetusan positif dari penilaian ini diwujudkan dengan suatu penghargaan. Jadi penghargaan didapat sebagai konsekuensi dari  hasil yang baik, bukan merupakan buah dari harapan yang pasif.

Membangun Visi Bersama

Sebuah learning organization membutuhkan sesuatu yang mengikat semua anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Visi bersama atau shared vision akan membangun rasa komitmen dalam suatu kelompok. Dengan adanya kebersamaan tentu akan menciptakan satu visi yang harus dipatuhi dan dijalankan demi ketercapaian tujuan. Ide dari setiap individu dibangkitkan melalui kebersamaan. Berbagai macam ide individual digabungkan dalam satu ide besar yang mewakili semua individu. Beberapa visi yang dikumpulkan akan dikombinasikan menjadi sebuah variasi yang utuh dan universal.

Shared vision merupakan langkah yang dilakukan demi terbangunnya komitmen anggota untuk mengembangkan visi bersama, dan sama-sama merumuskan strategi untuk mencapai visi tersebut.  Visi tersebut bukan hanya milik atau hasil fikiran pemimpin saja, tetapi merupakan milik dan hasil pemikiran dari seluruh anggota. Hal ini disebabkan bahwa organisasi atau lembaga itu tidak akan berjalan dan mencapai tujuan yang ingin dicapai kalau hanya pemimpin saja.

Langkah-langkah membangun shared vision:

  1. Telling; internalisasi individu, merumuskan sendiri visi yang dibentuk dalam dirinya. Secara psikologis, maka disinilah terjadi proses berfikir individu tentang visinya yang akan dilimpahkannya ke dalam organisasinya
  2. Selling; menyampaikan visi hasil perenungan individual ke forum anggota. Di sinilah visi individual ditawarkan kepada seluruh anggota untuk disatukan. Masing-masing anggota menyampaikan visi yang telah mereka hasilkan agar anggota lainnya bisa memahaminya. Dari sini nanti akan nampak gambaran, keunggulan, efisiensi, serta daya dukung untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dari berbagai visi yang ada, maka akan dibuat suatu kesimpulan akhir yang terlebih dahulu memikirkan pemahaman dari seluruh anggota.
  3. Testing; Kebulatan hasil komitmen dalam melahirkan visi itu juga harus diuji kehandalannya. Sebab hal ini penting dilakukan untuk melihat dimana kelemahan dan kekurangan yang ada. Testing ini dimaksudkan selain mencari kelemahan juga sebagai penguatan pemahaman anggota dalam menyikapi kelemahan itu. Sebuah visi yang belum matang dan belum teruji kehandalannya apabila dilaksanakan  akan membawa kepada kerusakan di masa mendatang. Dalam mengujicobakan visi ini juga diperlukan objektivitas. Kalau ada kelemahan harus disampaikan sebagai bahan perbaikan untuk direvisi.
  4. Consulting; Tahap ini merupakan tahap kedua terakhir dalam pelaksanaan visi. Kekurangan, kelemahan, dan hal-hal yang dipandang perlu untuk memperbaiki visi tersebut dikonsultasikan dalam anggota. Kelemahan yang banyak diminimalisir dan disempurnakan. Sehingga tidak ada celah yang akan mengganggu pelaksanaan visi itu. Ujicoba yang telah dilaksanakan harus dikonsultasikan demi kesempurnaan. Setelah diperbaiki dan disepakati, maka visi yang telah disempurnakan itu dilaksanakan secara bersama-sama.
  5. Co-Creating; Merupakan tahap operasional dari visi yang telah sama-sama dibuat. Seluruh anggota, pimpinan dan unsur yang terkait wajib menjunjung tinggi dan melaksanakan visi tersebut. Ini merupakan konsekuensi yang harus dilaksanakan sebab seluruh anggota, pimpinan, dan unsur yang terkait telah faham  proses terciptanya visi yang dihasilkan. Semua bertanggung jawab penuh dalam menjaga agar tidak terjadi kesalahan dalam menjalankan visi guna terlaksananya organisasi yang ingin mencapai tujuan bersama.

 

5372918_orig

 

 

Profil Singkat Klinik IPC

Klinik Sabila Medika Cikarang

klinik sabila medika

Klinik Sabila Medika adalah sebuah klinik yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara swadaya. Karena berlokasi di tengah lingkungan perumahan serta di sekitar kawasan industri menjadikan klinik ini sebagai klinik yang mempunyai pasar masyarakat industri.

Kepuasan pelanggan merupakan tujuan dalam memberikan layanan jasa kesehatan secara terpadu dan memenuhi kebutuhannya secara tepat, cepat, ramah dan bersahabat, dengan fasilitas lengkap seperti pelayanan dokter umum, pelayanan dokter gigi, farmasi dan laboratorium. Klinik ini mengusahakan pelayanan holistik untuk setiap pelanggan meliputi aspek preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif serta menjalin hubungan yang profesional dengan setiap pelanggan. Ini memberi arti baru sebuah pelayanan bahwa sehat itu harus lahir batin, sehat fisik dan spiritual sehingga membuat hidup terasa begitu indah.

Apotek dan Klinik Sabila Medika menawarkan program kerjasama dalam hal :

  1. Provider Kesehatan Karyawan / Peserta Asuransi dan Keluarga Karyawan / Keluarga Peserta Asuransi, dengan sistem fleksibel yang diterapkan untuk full medicare ataupun kapitasi sesuai dengan kemampuan perusahaan / asuransi.
  2. Smart In-house Clinic sebagai unggulan, yang merupakan program terpadu pelayanan In-house clinic, pelayanan kesehatan karyawan dan pelayanan kesehatan kerja di perusahaan.
  3. Pengadaan obat-obatan di Perusahaan, siap memenuhi kebutuhan obat dan alat medis yang dibutuhkan perusahaan.
  4. Sebagai mitra dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR)

Klinik Sabila Medika dapat dikunjungi di Ruko Melawai Blok A No. 27 Taman Lembah Hijau Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi 17550. No Tel 085100990164, Fax 021 89903336, dan email: sabilamedika.cikarang@gmail.com

Perusahaan asuransi swasta yang bekerjasama dengan Klinik Sabila Medika

Perusahaan asuransi swasta yang bekerjasama dengan Klinik Sabila Medika

 

Sebagian program kerjasama dengan BPJS

Sebagian program kerjasama dengan BPJS

 

Gagasan Mukmin Profesional, Bagian 3: Kuat dan Amanah

Mukmin Profesional adalah mereka yang mencintai ilmu karena ilmu itu cahaya dan kejahilan itu kegelapan. Dengan ilmu kita menyuluh kehidupan kita, kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat. Bila tidak ada cahaya yang masuk ke dalam mata kita, mata kita akan menjadi buta. Tapi bila tidak ada ilmu yang masuk ke dalam jiwa kita, kita akan menjadi buta hati. Bila mata kita buta, kita tidak akan dapat melihat jalan kita di dunia, tapi yang lebih parah, bila buta hati, kita tidak bisa melihat jalan menuju akhirat. Sedangkan kita semua merupakan warga akhirat, bukan warga dunia. Leluhur kita Nabi Adam berasal dari syurga, dan kita terdampar di dunia untuk menjalankan tugas sebagai khalifah, agar kita bisa kembali lagi ke syurga. Dunia diciptakan Allah untuk manusia, sedangkan manusia diciptakan Allah untuk akhirat. Namun tidak berarti kita menafikan kepentingan dunia, dunia menjadi penting karena adanya akhirat.

Slide07

Al-Qawiy Al-Amin (Kisah Nabi Musa)

Salah seorang di antara perempuan Yang berdua itu berkata: “Wahai ayah, ambillah Dia menjadi orang upahan (mengembala kambing kita), Sesungguhnya sebaik-baik orang yang ayah ambil bekerja ialah orang yang kuat, lagi amanah. (Al Qashash : 26)

Dalam surah Al-Qashash (28) ayat 26; Allah menegaskan sesungguhnya orang yang paling tepat untuk diberikan tugas adalah orang yang memiliki kekuatan dan bersifat amanah. Ada dua kata kunci yang bisa kita garisbawahi: Al-Qawiy (kekuatan) dan Al-Amin (amanah) yang harus digandengkan. Latarbelakang kisah dalam ayat ini adalah kisah Nabi Musa yang melarikan diri dari Fir’aun ke Negeri Madyan. Di padang pasir yang panas terik, beliau bertemu dengan dua orang gadis yang merupakan anak Nabi Syu’aib. Kedua gadis ini merupakan gembala kambing, yang sedang menunggu orang lewat untuk mengangkat penutup sumur air untuk memberi minum kambing-kambing mereka. Nabi Musa lalu membantu mengangkat penutup sumur air tersebut. Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan penutup sumur tersebut sangat berat dan hanya mampu diangkat oleh 10 orang laki-laki dewasa. Tapi Nabi Musa bisa melakukannya sendirian, di situ terlihat sifat Al-Qawiy yang ada pada beliau. Kedua gadis merasa senang telah dibantu lalu menceritakan peristiwa tersebut kepada ayah mereka Nabi Syu’aib. Nabi Syu’aib lalu menyuruh anak gadisnya mengundang Nabi Musa yang sedang musafir untuk datang ke rumah mereka.

Arah jalan ke rumah Nabi Syu’aib tentu tidak diketahui oleh Nabi Musa, dan seharusnya orang yang mengetahui menunjukkan jalan di depan dan yang tidak tahu mengikut di belakang. Tapi Nabi Musa memimpin jalan di depan dan meminta kedua gadis berjalan di belakangnya, untuk menjaga pandangannya, dan memberikan isyarat saja untuk menunjuk arah jalan. Di situ sifat Al-Amin beliau sangat menonjol. Kedua-dua sifat yang ditunjukkan beliau sangat mengagumkan kedua anak Nabi Syu’aib, kagum dengan kekuatan fisiknya dan kagum dengan akhlak dan kehalusan budi pekertinya. Maka kedua gadis lalu merekomendasikan kepada ayah mereka untuk mempekerjakan Nabi Musa karena kekuatan fisiknya dan sifatnya yang amanah. Perkataan anak Nabi Syu’aib inilah yang diabadikan oleh Allah dalam Al-Quran sebagai pelajaran bagi kita.

Pelajaran ini tentu tetap relevan bagi kita sampai saat ini. Kekuatan yang dimaksudkan tidak hanya terbatas pada kekuatan fisik saja. Sekarang kita mengenal istilah ‘knowledge is power’. Kata Al-Qawiy bisa ditafsirkan sebagai pengetahuan, ketrampilan, kepakaran dsb. Dan orang yang mau kita berikan tugas, harus memiliki dua sifat tersebut yaitu Al-Qawiy dan Al-Amin. Dua sifat inilah sumber ambilan bagi Mukmin Profesional. Definisi ini tidak hanya terbatas dalam konteks pekerjaan saja, tapi contohnya harus diaplikasikan juga dalam memilih pasangan hidup, memilih pemimpin, memilih orang yang akan membantu kita dsb. Tentu kita tidak mau memilih orang jujur dan baik, tapi lemah dan sakit-sakitan atau orang yang kuat dan trampil tapi suka mencuri dan berbohong. Kita harus memilih orang yang pintar dan benar, yang hi-tech dan hi-touch, kuat habluminallah dan akrab hablumminannas.

Tidak lengkap seorang manusia tanpa memiliki kedua-dua sifat ini dalam dirinya. Dan sebagai manusia yang harus melaksanakan dwifungsi penciptaannya, wajib bagi kita untuk mengupayakan integrasi kedua-dua sifat ini dalam diri kita.

Slide12

Beberapa ciri-ciri lain yang menggambarkan seorang mukmin yang profesional juga dicontohkan sebagai berikut di dalam Al-Quran:

1. Bastatan fi Al-`ilmi wa Aljism (Kisah Thalut) 

Nabi mereka berkata:” Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Talut) menjadi raja kamu, dan telah mengurniakannya kelebihan di bidang ilmu pengetahuan dan kegagahan tubuh badan“. ( Al baqarah : 247)

2. Hafizun `Alim (Kisah Nabi Yusuf )

Yusuf berkata: “Jadikanlah aku pengurus perbendaharaan hasil bumi (Mesir); Sesungguhnya Aku sedia menjaganya dengan sebaik-baiknya, lagi mengetahui cara mentadbirkannya“. (Yusuf: 55)

 

Diinspirasikan dari Seri Mukmin Profesional oleh Ustaz Pahrol Mohd Juoi, terbitan www.tvikim.my

Pendampingan Persiapan Akreditasi PERSI Riau

Pada acara pendampingan persiapan akreditasi kali ini, PERSI RIAU menggandengan PT. Persada Imani Husada (IMANI), Jakarta yang berperan sebagai konsultan sekaligus panelis. Pihak Imani sendiri menugaskan tiga panelis seniornya, dr. Yahmin Setiawan, MARS sebagai Direktur RST. Dompet Dhuafa, Parung-Bogor, Jawa Barat. Ns. Turiman, S.Kep., perawat senior yang bertugas di RS. Haji, Jakarta dan dr.Burhanuddin Hamid Darmaji, MARS selaku Direktur Operasional IMANI, hospital management & consultant.

Selanjutnya di http://www.detakkampar.com/2015/11/persi-daerah-riau-gelar-pendampingan.html