PT PIH di Muktamar MUKISI

Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Indonesia (MUKISI) telah mengadakan muktamar ke-IV pada 24-27 Agustus 2016. Acara yang diadakan di Lumire Hotel & Convention Center, Jakarta dihadiri oleh delegasi dari semua cabang MUKISI dan rumah sakit Islam yang tergabung sebagai anggota MUKISI. Tema yang dibawa kali ini adalah tentang konsolidasi di era MEA. Para pembicara seperti Prof Dr Hasbullah Thabrany, Dr Daeng Muhammad Faqih dan lain-lain banyak memberikan pencerahan.

IMG_0902

Dr Eka Ginanjar dan Dr Fakhrur Razi menjadi pembicara di Seminar ^ tentang kolaborasi RS Syariah dengan institusi pendidikan dan asosiasi profesi

IMG_0903

 

Muktamar kali ini juga menyaksikan pergantian para pengurus pusat MUKISI. Ketua MUKISI yang terpilih adalah Dr Masyhudi, dan Dr Burhanuddin terpilih sebagai sekretaris.

IMG_1059

Serah terima jabatan ketua dan sekretaris MUKISI

IMG_1056

Para Pengurus Pusat dan Dewan Pembina

 

PT PIH masuk sebagai salah satu sponsor acara dan hadir untuk mempromosikan produk-produk unggulan di bawah unit bisnis strategis IMANI Consulting, IMANI Hospitals, IMANI Health Equipment dan IMANI Primary Care.

IMG_1065

Di kesempatan yang sama, PT PIH telah menandatangani kerjasama dengan Hospital Pakar An-Nur Malaysia sebagai sole marketer “Corporater” untuk Indonesia, sebuah software untuk memantau kinerja. Produk ini berasal dari Norwegia dan sudah digunakan oleh banyak perusahaan besar kelas dunia.

IMG_1061

MOU pemasaran Corporater antara PT PIH dengan Hospital An-Nur

IMG_1064

CEO Hospital Pakar An-Nur Tn Hj Shaharom Mohd Shariff, Direktur Utama PT PIH Dr Burhanuddin Hamid, COO MIGIT En Mohd Syamsul Maksud

 






Seminar dan Workshop Pendirian Klinik

Imani Primary Care bekerjasama dengan Prokami Sulawesi Selatan dan PT. Tri Arta Medika telah menyelenggarakan seminar dan workshop dengan tema “Mendirikan dan Mengelola Klinik di Era Jaminan Kesehatan Nasional”. Acara ini diadakan di Hotel JL Star Makassar pada hari Sabtu-Ahad, 14-15 Mei 2016.

Dengan menghadirkan para pembicara yang ahli di bidangnya, antaranya Dr. Ede Surya Darmawan, SKM, MDM beserta dr. Burhanuddin Hamid, MARS dan Yuli Setiawan, SKM, acara seminar dan workshop ini membuat para peserta sangat antusias mengikuti materi-materi serta solusi-solusi yang dipaparkan. Tidak hanya itu, para pembicara lokal dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel bersama pihak BPJS Wilayah IX juga turut hadir dalam memaparkan gambaran strategis perizinan dan akreditasi serta kerjasama dengan BPJS di Indonesia.

“Tercatat sekitar 90 orang yang mengikuti kegiatan ini sebagai peserta seminar dan 60 orang sebagai peserta workshop di hari berikutnya. Kami berupaya maksimal dalam persiapan kegiatan yang bertemakan manajemen klinik kali ini karena tema yang diangkat benar-benar berbeda dari kebanyakan seminar yang biasa digelar dengan topik cabang ilmu kedokteran, dan memang belum pernah kita aplikasikan selama ini di wilayah Sulsel”, terang dr. Isman Sandira selaku ketua panitia kegiatan.

Saat ditanya tentang kegiatan ini, ketua Prokami Sulsel dr Agus Alim, sangat yakin ini akan menjadi batu loncatan bagi para calon owner klinik. “Kami optimis acara ini insya Allah sukses dan harapannya bisa membuka pandangan para peserta tentang peluang pendirian dan manajemen klinik khususnya di wilayah Sulawesi Selatan”, tegasnya saat ditemui sesaat setelah memberi sambutan di awal kegiatan.

Fasilitas berupa modul serta materi pelatihan yang telah diberikan kepada peserta yang mengikuti kegiatan selama dua hari terdiri dari Pedoman Business Plan Imani Primary Care, proyeksi keuangan klinik, marketing plan klinik, plan of action akreditasi klinik, dan pengelolaan human capital klinik.

IMG-20160516-WA0024

Para panitia dan narasumber

IMG-20160516-WA0036

Diskusi kelompok

IMG-20160516-WA0040

DR Ede Surya Darmawan menyampaikan materi

P_20160515_085308

Narasumber: Dr Burhanuddin Hamid dan Bpk Yuli Setiawan

 

 

Workshop Manajemen Keuangan Klinik

Manajemen keuangan merupakan unsur yang sangat penting dalam pengelolaan klinik. Beberapa survey sederhana yang dilakukan mendapati bahwa banyak klinik masih menerapkan pengelolaan keuangan klinik yang belum standar. Bagi meningkatkan kapasitas ini, IPC telah menyelenggarakan Workshop Klinik tentang standar prosedur dan laporan keuangan klinik pada Rabu 15 Juni 2016 di RS Olahraga Nasional Cibubur. Workshop ini dihadiri oleh peserta dari tujuh klinik di daerah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor dan Bandung.

Acara terdiri dari dua sesi yaitu standar prosedur operasional dan pembuatan laporan keuangan klinik. Pada sesi pertama, pembicara menyampaikan contoh SPO yang sudah berjalan. Di sesi kedua peserta langsung dilibatkan secara hands-on dengan praktikum cara membuat laporan keuangan. Ke depan, WS manajemen keuangan bisa dibuat dengan target peserta yang lebih spesifik yaitu untuk pengelola keuangan klinik (dengan latar belakang ilmu ekonomi) dan untuk para pimpinan dan manajerial klinik (latar belakang non ekonomi).

Workshop klinik berikutnya akan diadakan pada bulan Agustus dengan tema peningkatan kapasitas SDM.

13335874_1605957429716534_5904433518428711943_n

WS 2: Manajemen Keuangan Klinik

IMG_5436 IMG_5438

 

Narasumber Ibu Sri Rahayu menyampaikan materi WS

Narasumber Ibu Sri Rahayu menyampaikan materi WS

Low Cost Hospital Benchmarking

image

Pada 28 dan 29 Mei 2016, Imani Hospital Management dengan kerjasama PROKAMI telah menyelenggarakan kegiatan benchmarking ke low cost hospital di RS Baitul Hikmah Kendal dan RSU Nurussyifa Kudus. Kegiatan ini diikuti oleh para praktisi manajemen rumah sakit dalam rangka studi banding bagaimana strategi dan operasional rumah sakit yang berkualitas dengan kendali biaya yang efisien.

Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik. Al-Isra”: 19

Dari benchmarking ke dua rumah sakit ini, dapat disimpulkan bahwa kunci efisiensi adalah kedekatan dengan Allah, standar dan budaya kerjanya adalah akhlak islami.  Pelayanan kesehatan sejatinya adalah sebuah dakwah, yang dalam pelaksanaannya menuntut pengembangan kompetensi, dan konsekuensinya memberikan imbalan. Prinsip-prinsip efisiensi biaya diterapkan dalam konstruksi fasilitas fisik, manajemen keuangan, manajemen SDM, manajemen logistik dan lain-lain, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam visi dan misi rumah sakit dapat diterjemahkan dalam manajemen operasional. Semoga prinsip-prinsip ini bisa direplikasi ke semua rangkaian rumah sakit Islam agar bisa memberikan pelayanan kesehatan islami yang komprehensif.

 

Rumah Sakit Baitul Hikmah, Kendal

Rumah Sakit Baitul Hikmah, Kendal

 

IMG_5404[1]

 

IMG_5389[1]

 

 

IMG_5395[1]

Rumah Sakit Nurussyifa, Kudus

IMG_5394[1] IMG_5392[1]

 

IMG_5391[1]

 

 

 

Konsinyering Standar Sertifikasi Rumah Sakit Syariah

Meningkatnya permintaan layanan produk berbasis syariah di kalangan masyarakat dinilai sebagai perkembangan positif. Selain dalam industri keuangan syariah, belakangan masyarakat juga membutuhkan layanan kesehatan. Menyikapi hal ini, Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerjasama dengan Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Indonesia (MUKISI) menyelenggarakan konsinyering “Standar Sertifikasi Rumah Sakit Syariah,” di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 8-9 Februari 2016 lalu.

“Kegiatan ini sangat positif dan sebagai upaya kita untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya umat Islam, dalam menyediakan dan mengupayakan kesehatan yang sesuai prinsip-prinsip syariah,” ujar Ketua Pokja Bisnis dan Wisata Syariah DSN, Dr Endy Astiwara, dalam pengantarnya. Selain Endy, hadir dari DSN antara lain Bukhori Muslim, Hery Sucipto, Nashimul Falah, Aminuddin, M Dawud Arif Khan, serta jajaran pimpinan DSN, yakni Prof Jaih Mubarak (Wakil Ketua), M. Hidayat (Wakil Sekretaris), dan Prof Hasanuddin (Wakil Ketua). Sedangkan dari pihak MUKISI, hadir jajaran pengurus pusat dan perwakilan dari rumah sakit Islam yang menjadi pilot project bagi penerapan sistem syariah dalam manajemen dan operasional rumah sakit, yakni RS Islam Sultan Agung Semarang dan RS Nur Hidayah Yogyakarta.

Dalam pandangannya, Prof Jaih menyebutkan, rencana penerapan sistem rumah sakit syariah merupakan hal baru yang belum pernah ada di Indonesia. Karena itu, kata dia, DSN menyambut baik dan akan mengawal, terutama dari sisi regulasi dan fatwanya. “Kalau MUKISI dari sisi operasional dan teknis medisnya, sementara DSN dari aspek regulasi, terutama fatwanya. Kedua pihak akan menyusun pedoman bersama bagi penerapan rumah sakit Syariah,” ujar dia.

Dirut RS Nur Hidayah, DR. dr. Sagiran yang menjadi salah satu narasumber konsinyering menyambut antusias rencana sertifikasi rumah sakit syariah tersebut. “Sudah lama kami menginginkan upaya ini terwujud. Ini sebagai bentuk dakwah kami serta membantu kaum dhuafa dalam pemenuhan kesehatan. Apalagi MUKISI ini anggotanya lebih dari 200 rumah sakit, hal ini potensi besar bagi pengembangan sektor kesehatan yang sesuai prinsip-prinsip syariah,” kata dia.

Dari sisi kehalalan, menurut Aminuddin yang juga menjabat wakil ketua Komisi Fatwa MUI dan terlibat dalam regulasi halal LPPOM-MUI menegaskan, MUI nantinya akan memberikan sertifikasi kehalalan dalam dua aspek, yakni makanan termasuk dapurnya (rumah sakit), dan aspek non makanan seperti obat-obatan dan sistem operasional, baik yang terkait manajemen maupun hak-hak pasien.

Peserta dari kedua lembaga menyepakati berbagai rumusan, antara lain lembaga yang akan melakukan sertifikasi, auditor dan lain sebagainya. Berbagai rumusan itu akan dikonsultasikan kepada pimpinan masing-masing, dan selanjutnya akan dirapatkan lagi untuk disempurnakan kedua pihak untuk nantinya dijadikan rujukan dan pedoman tetap bagi sertifikasi rumah sakt syariah.

Sumber: http://dmi.or.id/dsn-mui-dan-mukisi-gelar-konsinyering-pedoman-sertifikasi-rumah-sakit-syariah/

IMG_3861 IMG_3865

Workshop Pengelolaan Klinik

Imani Primary Care dengan kerjasama PROKAMI Kota Depok telah menyelenggarakan workshop satu hari tentang pengelolaan klinik pada Kamis 5 Mei 2016 di Hotel Santika Depok. Workshop dengan tema “Peluang, Tantangan dan Sinergi Klinik Kesehatan di Era Jaminan Kesehatan Nasional” ini telah dihadiri oleh hampir 40 orang peserta.

Modul pelatihan yang telah diberikan terdiri dari modul manajemen keuangan, manajemen marketing, manajemen SDM dan manajemen kualitas. Semua peserta yang telah hadir akan difollow up dalam kelompok mentoring pengelolaan klinik.

Beberapa siri seminar, pelatihan dan workshop pengelolaan klinik akan diadakan di seluruh Indonesia. Dalam waktu terdekat di Makassar 14-15 Mei 2016. Info lanjut di website dan FB Imani Primary Care.

IMG_4846

Dr Burhanuddin sebagai narasumber

IMG_4847

Dr Fakhrur Razi, ketua Prokami Kota Depok memberi sambutan

IMG_4845

Para peserta workshop

IMG_4843

Penyampaian tanda mata kepada narasumber

IMG_4844

Foto bersama peserta workshop

 

Inspirasi Tips Bisnis dari Surah Al-Muddatstsir

Ini bukan tafsir, tapi inspirasi utk para pebisnis muslim. Terutama bagi mereka yang menggeluti bidang marketing. Karena sesungguhnya dakwah juga merupakan upaya marketing, menyampaikan tentang keindahan Islam. Silakan simak.

يا ايها المدثر
(Wahai orang yg berselimut)

Barangkali anda sedang terpuruk, takut untuk maju, pikiran terselimuti, takut gagal, bahkan mental block. Kita sedang disapa ALLAH.

قم فأنذر
(Bangun dan sampaikan peringatan)

1. Bangun (قم)
Bangkitlah, tinggalkan selimut, buka pikiran, bongkar mental block anda.

2. Sampaikan peringatan (فأنذر)
Berikan presentasi, sampaikan promosi, berikan edukasi market tentang produk anda.

Orang yang bangkit berdiri dan berani menyampaikan peringatan, tentu karena mereka YAKIN dan TAHU apa yang akan disampaikan. Anda perlu kuasai product knowledge, manfaat dari produk anda, dan testimoni jujur dari klien yang sudah merasakan khasiatnya.

و ربك فكبر
(Dan Tuhanmu, agungkanlah)

3. BESARKAN peran Tuhanmu
Sebutlah bahwa kesembuhan itu dari Tuhanmu, obat hanya salah satu wasilah ikhtiar. Karena Islam mewajibkan kita berikhtiar. Sampaikan juga bahwa SUKSES dalam bisnis kita karena peran besar ALLAH semata.

و ثيابك فطهّرْ
(Dan pakaianmu, sucikanlah)

4. Ubah penampilan!
Orang akan tertarik dengan presentasi kita bila penampilan kita pantas. Pantas itu rapi, santun, berkelas, tidak urakan, tidak perlu mahal, yang penting rapi bersih dan terlihat pantas sebagai orang yang baik dan sukses.

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

(Dan perbuatan dosa tinggalkanlah)

5. Tinggalkan kebiasaan buruk, perilaku tidak baik, dan sikap negatif

Ayat ini menganjurkan kita untuk hijrah (فاهجر), meninggalkan perilaku, sikap, cara dan bahkan lingkungan yang negatif kepada cara, sikap, perilaku, kebiasaan, dan lingkungan yang positif.

Yang paling penting juga cari tempat yang positif untuk presentasi anda.

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

(Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.)

6. Jangan Berharap Komisi BESAR

Tugas kita hanya presentasi dan promosi sehebat mungkin. Urusan closing itu sudah wilayah Tuhan. ALLAH yang akan menggerakkan hati, memampukan rezekinya untuk bisa membeli produk kita. Kalau ALLAH berkehendak untuk tidak closing, sampai kapan pun tidak akan terjadi transaksi. Jadi tetap BESARKAN peran-NYA. Tugas kita presentasi,  promosi, melakukan penawaran dengan berbagai ilmu marketing yg kita kuasai.

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

(Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.)

7. Perbesar skala kesabaran kita.
Karena bisnis tidak ada yang instan. Semua kesuksesan ada prosesnya. Kita perlu bersabar menghadapi penolakan, komplain, kritik, penundaan. Bahkan kita pun perlu bersabar belajar berbagai strategi bisnis, online marketing, teknik prospecting, dan lain sebagainya. Yakinlah bahwa mereka yang sabar didampingi Tuhan. Mereka sedang meniti jalan yang benar menuju sukses dunia dan akhirat.

Demikian inspirasi 7 tips bisnis dari surat Al-Muddatstsir

Launching Klinik Al Khoir, Huta Raja Tinggi, Sumatera Utara

Pada hari Selasa 29 Maret 2016, telah dilaksanakan kegiatan peresmian klinik baru di jejaring IPC yaitu Klinik Al Khoir di Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Tamu undangan yang hadir sekitar 450 orang dan para pejabat yang ikut hadir antaranya: Anggota DPR RI Dapil Sumut, Wakil ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas, Wakil Bupati Padang Lawas, Anggota DPRD, Dinas Kesehatan Padang Lawas, perwakilan dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, Camat Huta Raja Tinggi, para Kepala Desa, para pimpinan perusahaan sekitar, Kepala Puskesmas, Ketua MUI Huta Raja Tinggi dan tokoh masyarakat.

IMG_4655

Klinik Al Khoir Huragi

IMG_4658

Acara peresmian klinik

Para tamu undangan yang hadir sekitar 450 orang

Para tamu undangan yang hadir sekitar 450 orang

IMG_4650

Pembukaan dan sambutan dari Anggota DPR RI Bpk Iskan Qolba Lubis dan Wakil Bupati Padang Lawas Drg Ahmad Zarnawai

IMG_4651

Upacara pemotongan pita oleh Wabup Padang Lawas, Drg Ahmad Zarnawai Pasaribu

IMG_4652

Tour interior klinik dan foto bersama para tokoh dan pimpinan klinik

IMG_4653

Ruangan dan fasilitas Klinik Al Khoir

 

Klinik Al Khoir beroperasi 24 jam dan bekerjasama sebagai provider layanan kesehatan untuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta asuransi swasta. Beberapa fasilitas dan pelayanan yang tersedia adalah: layanan dokter umum, dokter gigi, kebidanan dan persalinan, farmasi, laboratorium dan lain-lain.

Alamat klinik di Desa Mananti, Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara. Klinik dapat dihubungi di nomor telefon 0822 8805 4341.

Semoga selalu diberkahi dalam upaya melayani masyarakat. Salam Sehat!

 

Penguatan Profesi di Sektor Privat dalam Pengokohan Peran Dakwah di Bidang Kesehatan

* Disampaikan dalam diskusi panel di pertemuan RUPS PT Persada Imani Husada pada 31 Januari 2016 di Jakarta

Dakwah dan bisnis merupakan suatu kesatuan. Justru di zaman Rasulullah SAW, Rasulullah dan para sahabat yang merupakan pejuang Islam dan prajurit perang umumnya adalah seorang entrepreneur dan memiliki kekayaan yang berlimpah. Dengan demikian, mereka dapat menginfakkan hartanya di jalan dakwah dan dengan bisnis yang dijalankan tersebut dapat mereka jadikan sebagai ladang dakwah. Maka dari itu, bisnis dan dakwah merupakan suatu kesatuan.

Dalam menggerakkan dan menjalankan bisnis, integritas dan pemahaman terhadap konsekuensi dari seorang pengemban amanah dari para pelakunya merupakan syarat mutlak agar terpercaya dan sukses. Maka tetap perlu ada suatu kesepakatan dan kejelasan tertulis dalam dalam proses penyelenggaraan bisnis tersebut. Karena jika hal ini tidak dilakukan dengan baik dan dengan suatu kesepakatan yang jelas dan tertulis, kita hanya akan menunggu keterpurukan dan kegagalan dari bisnis tersebut. Sebagaimana Ali bin Abi Thalib RA menyatakan bahwa suatu kebaikan yang tidak terencana dengan baik akan dikalahkan oleh suatu keburukan yang terencana dengan baik. Begitulah bisnis yang digerakkan oleh pejuang dakwah. Walaupun orang-orang di dalamnya adalah orang baik dan tujuan didirikan bisnis tersebut adalah tujuan yang baik, namun jika bisnis tersebut tidak dikelola dan direncanakan dengan baik, maka hanya akan menunggu kehancuran dari bisnis tersebut.

Dunia usaha memiliki garis pertumbuhan dan zonanya sendiri. Satu hingga lima tahun pertama adalah suatu keniscayaan terjadinya suatu penurunan atau kemunduran. Bisnis di bidang apapun, tidak hanya di bidang kesehatan, lima tahun awalnya akan terjadi kegagalan-kegagalan. Setelah melewati tahun kelima ini, akan tampak suatu penanjakan, di sinilah yang akan menjadi suatu pembeda antara bisnis yang akan survive dengan yang akan tenggelam dengan kegagalan yang telah dialaminya. Seberapa jauh bertahan dan bangkitnya bisnis tersebut dari keterpurukannya akan menjadi indikator tanjakan dari bisnis tersebut sehingga jika telah berhasil melewati tanjakan tersebut, akan mulai tampak harapan lebih baiknya masa depan bisnis tersebut dan growth path-nya akan tampak meningkat hingga melewati zona hard life dan memasuki zona easy life.

Proses yang dialami dari awal bisnis ini dibentuk, hingga terjadi kegagalan-kegagalan disebut dengan ‘death valley atau palung kematian’. Bagaimana cara suatu badan usaha bisnis dapat melewati death valley-nya masing-masing tergantung pada panjangnya visi badan bisnis tersebut ke depannya. Dengan visi yang jelas, maka badan bisnis tersebut dapat berjalan pada path– nya sesuai dengan visi tersebut.

Suatu badan bisnis juga terhubung dengan banyak stake hoder. Hal ini harus disadari oleh pengelola bisnis demi keberlangsungan bisnis tersebut. Tiga stake holder utama yang harus diseimbangkan agar terwujudnya visi dan kemajuan dari badan bisnis adalah investor, customer, dan people.

Investor merupakan sumber dana dari badan bisnis. Terdapat dua jenis investor yakni investor internal yang merupakan pemegang tetap saham dan investor external yang merupakan investor pendatang yang menitipkan investasinya baik secara langsung maupun tidak langsung. Goals dari investor adalah return. Seberapa besar return yang dapat dijanjikan oleh badan bisnis pada investornya.

Stake holder utama kedua adalah customer. Goals dari customer adalah pelayanan yang memuaskan yang dapat diberikan oleh suatu badan bisnis. Semakin memuaskan pelayanan yang diberikan akan mengundang customer semakin banyak. Namun perlu diperhatikan bahwa keberhasilan suatu badan bisnis dalam melayani customer tidak dilihat dari pelayanan maksimum yang dapat diberikan melainkan pelayanan optimum, yakni pelayanan yang bagus dan terbaik sesuai dengan kelasnya.

Stake holder utama ketiga adalah people atau karyawan yang akan menjalankan program kerja bisnis. Goals dari people adalah kesejahteraan. Kesejahteraan karyawan juga perlu diperhatikan agar meningkatnya kinerja karyawan sehingga menunjang pada perkembangan dan pertumbuhan suatu badan bisnis.

Tiga stake holder utama ini perlu diperhatikan dengan baik dan seimbang demi menunjang keberhasilan suatu badan bisnis. Jika perhatian berlebih pada salah satu stake holder saja, akan mengorbankan stake holder lainnya. Contohnya, jika suatu badan bisnis memberikan pelayanan yang berlebihan kepada customer maka akan berdampak mengurangi return pada investor dan mengurangi kesejahteraan karyawan.

Jika suatu badan bisnis telah dapat menyeimbangkan ketiga stake holder ini, maka dapat dikatakan bisnis tersebut telah melewati zona hard life dan memasuki zona easy life. Pada zona easy life ini akan terjadi peningkatan dari growth path yang kemungkinan peningkatannya menjadi dua hal. Pertama, terus meningkat hingga melebihi garis batas dari kebermanfaatan bisnis terhadap sosial sehingga menjadi bisnis berbasis komersial dan kapital. Kedua, peningkatan growth path tersebut tetap dijaga pada zona kebermanfaatan bisnis terhadap sosial sehingga bisnis tersebut tidak hanya tumbuh tapi juga menumbuhkan. Pola peningkatan kedua inilah yang sebaiknya diupayakan oleh bisnis para pendakwah, dimana tidak bervisi pada materi saja tapi ada unsur dakwah yang dapat diberikan.

Maka dari itu, bisnis apapun yang akan dijalankan, semua akan mengacu pada satu tujuan yakni tujuan dakwah dan memberi manfaat bagi yang lain. Jika suatu badan bisnis di bidang kesehatan, maka dakwah yang akan diemban adalah dakwah berbasis kesehatan. Selain itu, juga diperlukan suatu keistiqomahan dalam mengemban tujuan dakwah ini. Inilah yang disebut dengan konsistensi dakwah. Para pelaku bisnis juga harus siap dalam menghadapi masa krisis, karena para pendakwah akan selalu beruntung dalam bisnisnya. Hal ini dikarenakan oleh keberuntungan yang akan didapatkannya tidak hanya dari segi materi saja, namun juga keberuntungan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT yakni pahala dan pertolongan yang lebih dari Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Tabrani, yakni “Tujuh puluh ribu malaikat akan menolong orang yang menolong orang lain”.

 

 

 

IPC di Sumatera Barat

Akhir pekan kemarin 6-7 Februari 2016, tim dari PT PIH dan IPC bersama dengan tim PP Prokami melakukan silaturahim ke Sumatera Barat. Kunjungan kali ini bermaksud untuk melakukan konsolidasi dan sosialisasi tentang bisnis pelayanan di bidang kesehatan di kalangan profesional kesehatan muslim.

Beberapa tenaga kesehatan ada yang sudah memiliki klinik yang sudah operasional dan juga berpraktik secara mandiri. Para praktisi dihimbau untuk menata manajemen strategis dan operasional masing-masing dan bergabung dengan BPJS sebagai provider pelayanan. Rencana membangun klinik-klinik baru juga perlu segera direalisasikan, bagi memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjadi sarana pemberdayaan profesional kesehatan untuk kembali berkarya di Ranah Minang.

Bersama pengurus Klinik Medika Imani, Kota Padang

Bersama pengurus Klinik Medika Imani, Kota Padang

Sosialisasi wacana bisinis pelayanan di bidang kesehatan

Sosialisasi wacana bisinis pelayanan di bidang kesehatan

IMG_3813

Dr Burhanuddin menyampaikan materi tentang manajemen strategis dan operasional bisnis klinik

IMG_3810