Pelantikan Pengurus Pusat MUKISI dan Rapat Pleno DSN-MUI tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Syariah

Tanggal 1 Oktober 2016 merupakan hari yang bersejarah saat dilaksanakan acara Pelantikan Pengurus Pusat MUKISI (Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia), karena 22 tahun yang lalu tepat di tanggal yang sama MUKISI dideklarasikan. Acara pelantikan telah dilaksanakan di Aula Masjid Baiturahmah RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan.

IMG_1972 IMG_1973

Ketua Umum MUKISI periode 2016-2021, Dr Masyhudi AM, MKes melaksanakan pelantikan kepada 35 orang Pengurus Pusat yang merupakan amanah Muktamar IV MUKISI yang telah digelar pada 24-27 Agustus 2016. Pengurus Pusat terdiri dari BPH dan 7 Divisi. Acara pelantikan dilanjutkan dengan makan siang dan rapat kerja per divisi dan ditutup dengan rapat pleno.

IMG_1953

Pembukaan dengan Tarian Hand Hygiene, pemenang pertama lomba dari RS Sari Asih Ciputat

IMG_1955

Keynote Speech oleh Prof Dr Laksono Trisnantoro

IMG_1962 IMG_1965 IMG_1968

 

Pada hari yang sama telah diadakan rapat oleh Dewan Syuro Nasional MUI yang membahas Draf Fatwa untuk Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah, di Hotel Amaris Bogor. Selangkah lebih maju untuk Rumah Sakit Syariah!

IMG_1966

Pidato Iftitah oleh KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI

IMG_1969 IMG_1971

PT PIH di Muktamar MUKISI

Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Indonesia (MUKISI) telah mengadakan muktamar ke-IV pada 24-27 Agustus 2016. Acara yang diadakan di Lumire Hotel & Convention Center, Jakarta dihadiri oleh delegasi dari semua cabang MUKISI dan rumah sakit Islam yang tergabung sebagai anggota MUKISI. Tema yang dibawa kali ini adalah tentang konsolidasi di era MEA. Para pembicara seperti Prof Dr Hasbullah Thabrany, Dr Daeng Muhammad Faqih dan lain-lain banyak memberikan pencerahan.

IMG_0902

Dr Eka Ginanjar dan Dr Fakhrur Razi menjadi pembicara di Seminar ^ tentang kolaborasi RS Syariah dengan institusi pendidikan dan asosiasi profesi

IMG_0903

 

Muktamar kali ini juga menyaksikan pergantian para pengurus pusat MUKISI. Ketua MUKISI yang terpilih adalah Dr Masyhudi, dan Dr Burhanuddin terpilih sebagai sekretaris.

IMG_1059

Serah terima jabatan ketua dan sekretaris MUKISI

IMG_1056

Para Pengurus Pusat dan Dewan Pembina

 

PT PIH masuk sebagai salah satu sponsor acara dan hadir untuk mempromosikan produk-produk unggulan di bawah unit bisnis strategis IMANI Consulting, IMANI Hospitals, IMANI Health Equipment dan IMANI Primary Care.

IMG_1065

Di kesempatan yang sama, PT PIH telah menandatangani kerjasama dengan Hospital Pakar An-Nur Malaysia sebagai sole marketer “Corporater” untuk Indonesia, sebuah software untuk memantau kinerja. Produk ini berasal dari Norwegia dan sudah digunakan oleh banyak perusahaan besar kelas dunia.

IMG_1061

MOU pemasaran Corporater antara PT PIH dengan Hospital An-Nur

IMG_1064

CEO Hospital Pakar An-Nur Tn Hj Shaharom Mohd Shariff, Direktur Utama PT PIH Dr Burhanuddin Hamid, COO MIGIT En Mohd Syamsul Maksud

 






Low Cost Hospital Benchmarking

image

Pada 28 dan 29 Mei 2016, Imani Hospital Management dengan kerjasama PROKAMI telah menyelenggarakan kegiatan benchmarking ke low cost hospital di RS Baitul Hikmah Kendal dan RSU Nurussyifa Kudus. Kegiatan ini diikuti oleh para praktisi manajemen rumah sakit dalam rangka studi banding bagaimana strategi dan operasional rumah sakit yang berkualitas dengan kendali biaya yang efisien.

Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik. Al-Isra”: 19

Dari benchmarking ke dua rumah sakit ini, dapat disimpulkan bahwa kunci efisiensi adalah kedekatan dengan Allah, standar dan budaya kerjanya adalah akhlak islami.  Pelayanan kesehatan sejatinya adalah sebuah dakwah, yang dalam pelaksanaannya menuntut pengembangan kompetensi, dan konsekuensinya memberikan imbalan. Prinsip-prinsip efisiensi biaya diterapkan dalam konstruksi fasilitas fisik, manajemen keuangan, manajemen SDM, manajemen logistik dan lain-lain, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam visi dan misi rumah sakit dapat diterjemahkan dalam manajemen operasional. Semoga prinsip-prinsip ini bisa direplikasi ke semua rangkaian rumah sakit Islam agar bisa memberikan pelayanan kesehatan islami yang komprehensif.

 

Rumah Sakit Baitul Hikmah, Kendal

Rumah Sakit Baitul Hikmah, Kendal

 

IMG_5404[1]

 

IMG_5389[1]

 

 

IMG_5395[1]

Rumah Sakit Nurussyifa, Kudus

IMG_5394[1] IMG_5392[1]

 

IMG_5391[1]

 

 

 

Konsinyering Standar Sertifikasi Rumah Sakit Syariah

Meningkatnya permintaan layanan produk berbasis syariah di kalangan masyarakat dinilai sebagai perkembangan positif. Selain dalam industri keuangan syariah, belakangan masyarakat juga membutuhkan layanan kesehatan. Menyikapi hal ini, Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerjasama dengan Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Indonesia (MUKISI) menyelenggarakan konsinyering “Standar Sertifikasi Rumah Sakit Syariah,” di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 8-9 Februari 2016 lalu.

“Kegiatan ini sangat positif dan sebagai upaya kita untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya umat Islam, dalam menyediakan dan mengupayakan kesehatan yang sesuai prinsip-prinsip syariah,” ujar Ketua Pokja Bisnis dan Wisata Syariah DSN, Dr Endy Astiwara, dalam pengantarnya. Selain Endy, hadir dari DSN antara lain Bukhori Muslim, Hery Sucipto, Nashimul Falah, Aminuddin, M Dawud Arif Khan, serta jajaran pimpinan DSN, yakni Prof Jaih Mubarak (Wakil Ketua), M. Hidayat (Wakil Sekretaris), dan Prof Hasanuddin (Wakil Ketua). Sedangkan dari pihak MUKISI, hadir jajaran pengurus pusat dan perwakilan dari rumah sakit Islam yang menjadi pilot project bagi penerapan sistem syariah dalam manajemen dan operasional rumah sakit, yakni RS Islam Sultan Agung Semarang dan RS Nur Hidayah Yogyakarta.

Dalam pandangannya, Prof Jaih menyebutkan, rencana penerapan sistem rumah sakit syariah merupakan hal baru yang belum pernah ada di Indonesia. Karena itu, kata dia, DSN menyambut baik dan akan mengawal, terutama dari sisi regulasi dan fatwanya. “Kalau MUKISI dari sisi operasional dan teknis medisnya, sementara DSN dari aspek regulasi, terutama fatwanya. Kedua pihak akan menyusun pedoman bersama bagi penerapan rumah sakit Syariah,” ujar dia.

Dirut RS Nur Hidayah, DR. dr. Sagiran yang menjadi salah satu narasumber konsinyering menyambut antusias rencana sertifikasi rumah sakit syariah tersebut. “Sudah lama kami menginginkan upaya ini terwujud. Ini sebagai bentuk dakwah kami serta membantu kaum dhuafa dalam pemenuhan kesehatan. Apalagi MUKISI ini anggotanya lebih dari 200 rumah sakit, hal ini potensi besar bagi pengembangan sektor kesehatan yang sesuai prinsip-prinsip syariah,” kata dia.

Dari sisi kehalalan, menurut Aminuddin yang juga menjabat wakil ketua Komisi Fatwa MUI dan terlibat dalam regulasi halal LPPOM-MUI menegaskan, MUI nantinya akan memberikan sertifikasi kehalalan dalam dua aspek, yakni makanan termasuk dapurnya (rumah sakit), dan aspek non makanan seperti obat-obatan dan sistem operasional, baik yang terkait manajemen maupun hak-hak pasien.

Peserta dari kedua lembaga menyepakati berbagai rumusan, antara lain lembaga yang akan melakukan sertifikasi, auditor dan lain sebagainya. Berbagai rumusan itu akan dikonsultasikan kepada pimpinan masing-masing, dan selanjutnya akan dirapatkan lagi untuk disempurnakan kedua pihak untuk nantinya dijadikan rujukan dan pedoman tetap bagi sertifikasi rumah sakt syariah.

Sumber: http://dmi.or.id/dsn-mui-dan-mukisi-gelar-konsinyering-pedoman-sertifikasi-rumah-sakit-syariah/

IMG_3861 IMG_3865

Launching Klinik Erni Barumun, Padang Lawas, Sumut

IMANI Primary Care, sebuah unit usaha di bawah PT Persada Imani Husada (PT PIH) telah melakukan launching untuk klinik di bawah kelolaannya. Klinik Erni Barumun merupakan salah satu dari dua pilot project model klinik yang tergabung di dalam jaringan IMANI Primary Care. Ini merupakan upaya nyata IMANI Primary Care mengokohkan PPK I sebagai gate-keeper sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dengan bergabung ke dalam branding IMANI Primary Care, pemilik klinik atau calon pemilik klinik bisa bekerjasama dengan PT PIH dalam bentuk yang bervariasi dan customized sesuai kebutuhan pasar, kondisi finansial pemilik dan kondisi fisik klinik di lapangan. PT PIH menawarkan jasa konsultasi, pendampingan pendirian dan perizinan klinik,  kerjasama dengan BPJS, pengelolaan dan manajemen operator klinik, penyediaan sistem manajemen informasi (IT) klinik, bursa SDM klinik, central purchasing obat-obatan dan alkes serta memfasilitasi peminjaman modal dan mediasi dengan investor dan lain-lain. Konsep One-Stop Service ini merupakan keunggulan PT PIH dalam niche bisnis di bidang kesehatan. Continue reading

Multiple Strategic Partnership and Benchmarking Visit

Kuala Lumpur, 13 Maret 2015

Pada hari Jumat 13 Maret 2015, IMANI bersama dengan MUKISI dan Sari Asih Group mengadakan kunjungan benchmarking ke Hospital Pakar An-Nur dan SIRIM di Kuala Lumpur. Benchmarking dilakukan untuk mempelajari standar Shariah-compliance for Hospital Management and Services, menjelang seminar dan workshop Rumah Sakit Syari’ah dengan Akreditasi Internasional dalam Menghadapi Era Jaminan Kesehatan Nasional yang akan diadakan di Bandung pada 9-11 April 2015. Continue reading

Seminar dan Pelatihan Hospital Mesra Ibadah: Pelaksanaan dan Tantangannya

Dewan Masjid Wilayah Persekutuan. Kuala Lumpur, 7-9 November 2014

Seminar dan pelatihan Hospital Mesra Ibadah di Kuala Lumpur, dilaksanakan atas kerjasama Konsortium Hospital Islam Malaysia (KHIM) dengan Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM) dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM). Prokami mengirim dua orang perwakilan yaitu Dr Burhanuddin Hamid Darmadji dan Dr Siti Aisyah Ismail untuk mengikuti seminar tersebut. Continue reading

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!