Inspirasi Tips Bisnis dari Surah Al-Muddatstsir

Ini bukan tafsir, tapi inspirasi utk para pebisnis muslim. Terutama bagi mereka yang menggeluti bidang marketing. Karena sesungguhnya dakwah juga merupakan upaya marketing, menyampaikan tentang keindahan Islam. Silakan simak.

يا ايها المدثر
(Wahai orang yg berselimut)

Barangkali anda sedang terpuruk, takut untuk maju, pikiran terselimuti, takut gagal, bahkan mental block. Kita sedang disapa ALLAH.

قم فأنذر
(Bangun dan sampaikan peringatan)

1. Bangun (قم)
Bangkitlah, tinggalkan selimut, buka pikiran, bongkar mental block anda.

2. Sampaikan peringatan (فأنذر)
Berikan presentasi, sampaikan promosi, berikan edukasi market tentang produk anda.

Orang yang bangkit berdiri dan berani menyampaikan peringatan, tentu karena mereka YAKIN dan TAHU apa yang akan disampaikan. Anda perlu kuasai product knowledge, manfaat dari produk anda, dan testimoni jujur dari klien yang sudah merasakan khasiatnya.

و ربك فكبر
(Dan Tuhanmu, agungkanlah)

3. BESARKAN peran Tuhanmu
Sebutlah bahwa kesembuhan itu dari Tuhanmu, obat hanya salah satu wasilah ikhtiar. Karena Islam mewajibkan kita berikhtiar. Sampaikan juga bahwa SUKSES dalam bisnis kita karena peran besar ALLAH semata.

و ثيابك فطهّرْ
(Dan pakaianmu, sucikanlah)

4. Ubah penampilan!
Orang akan tertarik dengan presentasi kita bila penampilan kita pantas. Pantas itu rapi, santun, berkelas, tidak urakan, tidak perlu mahal, yang penting rapi bersih dan terlihat pantas sebagai orang yang baik dan sukses.

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

(Dan perbuatan dosa tinggalkanlah)

5. Tinggalkan kebiasaan buruk, perilaku tidak baik, dan sikap negatif

Ayat ini menganjurkan kita untuk hijrah (فاهجر), meninggalkan perilaku, sikap, cara dan bahkan lingkungan yang negatif kepada cara, sikap, perilaku, kebiasaan, dan lingkungan yang positif.

Yang paling penting juga cari tempat yang positif untuk presentasi anda.

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

(Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.)

6. Jangan Berharap Komisi BESAR

Tugas kita hanya presentasi dan promosi sehebat mungkin. Urusan closing itu sudah wilayah Tuhan. ALLAH yang akan menggerakkan hati, memampukan rezekinya untuk bisa membeli produk kita. Kalau ALLAH berkehendak untuk tidak closing, sampai kapan pun tidak akan terjadi transaksi. Jadi tetap BESARKAN peran-NYA. Tugas kita presentasi,  promosi, melakukan penawaran dengan berbagai ilmu marketing yg kita kuasai.

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

(Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.)

7. Perbesar skala kesabaran kita.
Karena bisnis tidak ada yang instan. Semua kesuksesan ada prosesnya. Kita perlu bersabar menghadapi penolakan, komplain, kritik, penundaan. Bahkan kita pun perlu bersabar belajar berbagai strategi bisnis, online marketing, teknik prospecting, dan lain sebagainya. Yakinlah bahwa mereka yang sabar didampingi Tuhan. Mereka sedang meniti jalan yang benar menuju sukses dunia dan akhirat.

Demikian inspirasi 7 tips bisnis dari surat Al-Muddatstsir

Penguatan Profesi di Sektor Privat dalam Pengokohan Peran Dakwah di Bidang Kesehatan

* Disampaikan dalam diskusi panel di pertemuan RUPS PT Persada Imani Husada pada 31 Januari 2016 di Jakarta

Dakwah dan bisnis merupakan suatu kesatuan. Justru di zaman Rasulullah SAW, Rasulullah dan para sahabat yang merupakan pejuang Islam dan prajurit perang umumnya adalah seorang entrepreneur dan memiliki kekayaan yang berlimpah. Dengan demikian, mereka dapat menginfakkan hartanya di jalan dakwah dan dengan bisnis yang dijalankan tersebut dapat mereka jadikan sebagai ladang dakwah. Maka dari itu, bisnis dan dakwah merupakan suatu kesatuan.

Dalam menggerakkan dan menjalankan bisnis, integritas dan pemahaman terhadap konsekuensi dari seorang pengemban amanah dari para pelakunya merupakan syarat mutlak agar terpercaya dan sukses. Maka tetap perlu ada suatu kesepakatan dan kejelasan tertulis dalam dalam proses penyelenggaraan bisnis tersebut. Karena jika hal ini tidak dilakukan dengan baik dan dengan suatu kesepakatan yang jelas dan tertulis, kita hanya akan menunggu keterpurukan dan kegagalan dari bisnis tersebut. Sebagaimana Ali bin Abi Thalib RA menyatakan bahwa suatu kebaikan yang tidak terencana dengan baik akan dikalahkan oleh suatu keburukan yang terencana dengan baik. Begitulah bisnis yang digerakkan oleh pejuang dakwah. Walaupun orang-orang di dalamnya adalah orang baik dan tujuan didirikan bisnis tersebut adalah tujuan yang baik, namun jika bisnis tersebut tidak dikelola dan direncanakan dengan baik, maka hanya akan menunggu kehancuran dari bisnis tersebut.

Dunia usaha memiliki garis pertumbuhan dan zonanya sendiri. Satu hingga lima tahun pertama adalah suatu keniscayaan terjadinya suatu penurunan atau kemunduran. Bisnis di bidang apapun, tidak hanya di bidang kesehatan, lima tahun awalnya akan terjadi kegagalan-kegagalan. Setelah melewati tahun kelima ini, akan tampak suatu penanjakan, di sinilah yang akan menjadi suatu pembeda antara bisnis yang akan survive dengan yang akan tenggelam dengan kegagalan yang telah dialaminya. Seberapa jauh bertahan dan bangkitnya bisnis tersebut dari keterpurukannya akan menjadi indikator tanjakan dari bisnis tersebut sehingga jika telah berhasil melewati tanjakan tersebut, akan mulai tampak harapan lebih baiknya masa depan bisnis tersebut dan growth path-nya akan tampak meningkat hingga melewati zona hard life dan memasuki zona easy life.

Proses yang dialami dari awal bisnis ini dibentuk, hingga terjadi kegagalan-kegagalan disebut dengan ‘death valley atau palung kematian’. Bagaimana cara suatu badan usaha bisnis dapat melewati death valley-nya masing-masing tergantung pada panjangnya visi badan bisnis tersebut ke depannya. Dengan visi yang jelas, maka badan bisnis tersebut dapat berjalan pada path– nya sesuai dengan visi tersebut.

Suatu badan bisnis juga terhubung dengan banyak stake hoder. Hal ini harus disadari oleh pengelola bisnis demi keberlangsungan bisnis tersebut. Tiga stake holder utama yang harus diseimbangkan agar terwujudnya visi dan kemajuan dari badan bisnis adalah investor, customer, dan people.

Investor merupakan sumber dana dari badan bisnis. Terdapat dua jenis investor yakni investor internal yang merupakan pemegang tetap saham dan investor external yang merupakan investor pendatang yang menitipkan investasinya baik secara langsung maupun tidak langsung. Goals dari investor adalah return. Seberapa besar return yang dapat dijanjikan oleh badan bisnis pada investornya.

Stake holder utama kedua adalah customer. Goals dari customer adalah pelayanan yang memuaskan yang dapat diberikan oleh suatu badan bisnis. Semakin memuaskan pelayanan yang diberikan akan mengundang customer semakin banyak. Namun perlu diperhatikan bahwa keberhasilan suatu badan bisnis dalam melayani customer tidak dilihat dari pelayanan maksimum yang dapat diberikan melainkan pelayanan optimum, yakni pelayanan yang bagus dan terbaik sesuai dengan kelasnya.

Stake holder utama ketiga adalah people atau karyawan yang akan menjalankan program kerja bisnis. Goals dari people adalah kesejahteraan. Kesejahteraan karyawan juga perlu diperhatikan agar meningkatnya kinerja karyawan sehingga menunjang pada perkembangan dan pertumbuhan suatu badan bisnis.

Tiga stake holder utama ini perlu diperhatikan dengan baik dan seimbang demi menunjang keberhasilan suatu badan bisnis. Jika perhatian berlebih pada salah satu stake holder saja, akan mengorbankan stake holder lainnya. Contohnya, jika suatu badan bisnis memberikan pelayanan yang berlebihan kepada customer maka akan berdampak mengurangi return pada investor dan mengurangi kesejahteraan karyawan.

Jika suatu badan bisnis telah dapat menyeimbangkan ketiga stake holder ini, maka dapat dikatakan bisnis tersebut telah melewati zona hard life dan memasuki zona easy life. Pada zona easy life ini akan terjadi peningkatan dari growth path yang kemungkinan peningkatannya menjadi dua hal. Pertama, terus meningkat hingga melebihi garis batas dari kebermanfaatan bisnis terhadap sosial sehingga menjadi bisnis berbasis komersial dan kapital. Kedua, peningkatan growth path tersebut tetap dijaga pada zona kebermanfaatan bisnis terhadap sosial sehingga bisnis tersebut tidak hanya tumbuh tapi juga menumbuhkan. Pola peningkatan kedua inilah yang sebaiknya diupayakan oleh bisnis para pendakwah, dimana tidak bervisi pada materi saja tapi ada unsur dakwah yang dapat diberikan.

Maka dari itu, bisnis apapun yang akan dijalankan, semua akan mengacu pada satu tujuan yakni tujuan dakwah dan memberi manfaat bagi yang lain. Jika suatu badan bisnis di bidang kesehatan, maka dakwah yang akan diemban adalah dakwah berbasis kesehatan. Selain itu, juga diperlukan suatu keistiqomahan dalam mengemban tujuan dakwah ini. Inilah yang disebut dengan konsistensi dakwah. Para pelaku bisnis juga harus siap dalam menghadapi masa krisis, karena para pendakwah akan selalu beruntung dalam bisnisnya. Hal ini dikarenakan oleh keberuntungan yang akan didapatkannya tidak hanya dari segi materi saja, namun juga keberuntungan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT yakni pahala dan pertolongan yang lebih dari Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Tabrani, yakni “Tujuh puluh ribu malaikat akan menolong orang yang menolong orang lain”.

 

 

 

Gagasan Mukmin Profesional, Bagian 3: Kuat dan Amanah

Mukmin Profesional adalah mereka yang mencintai ilmu karena ilmu itu cahaya dan kejahilan itu kegelapan. Dengan ilmu kita menyuluh kehidupan kita, kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat. Bila tidak ada cahaya yang masuk ke dalam mata kita, mata kita akan menjadi buta. Tapi bila tidak ada ilmu yang masuk ke dalam jiwa kita, kita akan menjadi buta hati. Bila mata kita buta, kita tidak akan dapat melihat jalan kita di dunia, tapi yang lebih parah, bila buta hati, kita tidak bisa melihat jalan menuju akhirat. Sedangkan kita semua merupakan warga akhirat, bukan warga dunia. Leluhur kita Nabi Adam berasal dari syurga, dan kita terdampar di dunia untuk menjalankan tugas sebagai khalifah, agar kita bisa kembali lagi ke syurga. Dunia diciptakan Allah untuk manusia, sedangkan manusia diciptakan Allah untuk akhirat. Namun tidak berarti kita menafikan kepentingan dunia, dunia menjadi penting karena adanya akhirat.

Slide07

Al-Qawiy Al-Amin (Kisah Nabi Musa)

Salah seorang di antara perempuan Yang berdua itu berkata: “Wahai ayah, ambillah Dia menjadi orang upahan (mengembala kambing kita), Sesungguhnya sebaik-baik orang yang ayah ambil bekerja ialah orang yang kuat, lagi amanah. (Al Qashash : 26)

Dalam surah Al-Qashash (28) ayat 26; Allah menegaskan sesungguhnya orang yang paling tepat untuk diberikan tugas adalah orang yang memiliki kekuatan dan bersifat amanah. Ada dua kata kunci yang bisa kita garisbawahi: Al-Qawiy (kekuatan) dan Al-Amin (amanah) yang harus digandengkan. Latarbelakang kisah dalam ayat ini adalah kisah Nabi Musa yang melarikan diri dari Fir’aun ke Negeri Madyan. Di padang pasir yang panas terik, beliau bertemu dengan dua orang gadis yang merupakan anak Nabi Syu’aib. Kedua gadis ini merupakan gembala kambing, yang sedang menunggu orang lewat untuk mengangkat penutup sumur air untuk memberi minum kambing-kambing mereka. Nabi Musa lalu membantu mengangkat penutup sumur air tersebut. Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan penutup sumur tersebut sangat berat dan hanya mampu diangkat oleh 10 orang laki-laki dewasa. Tapi Nabi Musa bisa melakukannya sendirian, di situ terlihat sifat Al-Qawiy yang ada pada beliau. Kedua gadis merasa senang telah dibantu lalu menceritakan peristiwa tersebut kepada ayah mereka Nabi Syu’aib. Nabi Syu’aib lalu menyuruh anak gadisnya mengundang Nabi Musa yang sedang musafir untuk datang ke rumah mereka.

Arah jalan ke rumah Nabi Syu’aib tentu tidak diketahui oleh Nabi Musa, dan seharusnya orang yang mengetahui menunjukkan jalan di depan dan yang tidak tahu mengikut di belakang. Tapi Nabi Musa memimpin jalan di depan dan meminta kedua gadis berjalan di belakangnya, untuk menjaga pandangannya, dan memberikan isyarat saja untuk menunjuk arah jalan. Di situ sifat Al-Amin beliau sangat menonjol. Kedua-dua sifat yang ditunjukkan beliau sangat mengagumkan kedua anak Nabi Syu’aib, kagum dengan kekuatan fisiknya dan kagum dengan akhlak dan kehalusan budi pekertinya. Maka kedua gadis lalu merekomendasikan kepada ayah mereka untuk mempekerjakan Nabi Musa karena kekuatan fisiknya dan sifatnya yang amanah. Perkataan anak Nabi Syu’aib inilah yang diabadikan oleh Allah dalam Al-Quran sebagai pelajaran bagi kita.

Pelajaran ini tentu tetap relevan bagi kita sampai saat ini. Kekuatan yang dimaksudkan tidak hanya terbatas pada kekuatan fisik saja. Sekarang kita mengenal istilah ‘knowledge is power’. Kata Al-Qawiy bisa ditafsirkan sebagai pengetahuan, ketrampilan, kepakaran dsb. Dan orang yang mau kita berikan tugas, harus memiliki dua sifat tersebut yaitu Al-Qawiy dan Al-Amin. Dua sifat inilah sumber ambilan bagi Mukmin Profesional. Definisi ini tidak hanya terbatas dalam konteks pekerjaan saja, tapi contohnya harus diaplikasikan juga dalam memilih pasangan hidup, memilih pemimpin, memilih orang yang akan membantu kita dsb. Tentu kita tidak mau memilih orang jujur dan baik, tapi lemah dan sakit-sakitan atau orang yang kuat dan trampil tapi suka mencuri dan berbohong. Kita harus memilih orang yang pintar dan benar, yang hi-tech dan hi-touch, kuat habluminallah dan akrab hablumminannas.

Tidak lengkap seorang manusia tanpa memiliki kedua-dua sifat ini dalam dirinya. Dan sebagai manusia yang harus melaksanakan dwifungsi penciptaannya, wajib bagi kita untuk mengupayakan integrasi kedua-dua sifat ini dalam diri kita.

Slide12

Beberapa ciri-ciri lain yang menggambarkan seorang mukmin yang profesional juga dicontohkan sebagai berikut di dalam Al-Quran:

1. Bastatan fi Al-`ilmi wa Aljism (Kisah Thalut) 

Nabi mereka berkata:” Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Talut) menjadi raja kamu, dan telah mengurniakannya kelebihan di bidang ilmu pengetahuan dan kegagahan tubuh badan“. ( Al baqarah : 247)

2. Hafizun `Alim (Kisah Nabi Yusuf )

Yusuf berkata: “Jadikanlah aku pengurus perbendaharaan hasil bumi (Mesir); Sesungguhnya Aku sedia menjaganya dengan sebaik-baiknya, lagi mengetahui cara mentadbirkannya“. (Yusuf: 55)

 

Diinspirasikan dari Seri Mukmin Profesional oleh Ustaz Pahrol Mohd Juoi, terbitan www.tvikim.my

“Kenapa Orang yang Gajinya Pas-pasan Otaknya akan Menjadi Makin Tulalit”

Sebuah hasil studi saintifik mengungkap fakta yang muram dan mengejutkan: orang yang penghasilan atau gajinya pas-pasan, dalam jangka panjang daya kognisi dan kemampuan otaknya akan makin mandul. Alias orang itu akan menjadi makin tulalit.

Jadi studi ilmiah itu menunjukkan: jika saya penghasilannya pas-pasan, maka pelan-pelan saya akan menjadi orang yang makin bodoh. Kekuatan dan daya kognisi saya akan makin menurun dengan drastis.

Kenapa bisa begitu? Dan apa implikasinya bagi nasib hidup Anda di masa depan? Continue reading

Gagasan Mukmin Profesional, Bagian 2: Memenuhi Dwifungsi Manusia

Mukmin Profesional adalah orang yang sukses yaitu orang yang hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik dari hari ini. Orang yang harus selalu melakukan continuous improvement. Orang yang terpedaya adalah orang yang hari ini sama saja dengan kemarin dan orang yang pecundang adalah orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin. Kita beruntung mendapatkan nikmat Iman dan Islam, tapi kita tidak bisa berhenti di situ saja. Karena walaupun kita sedang menapaki jalan yang benar, tapi bila kita berdiam dan tidak terus maju berjalan ke depan, kita akan dilindas oleh orang yang berjalan dari belakang kita. Tidak cukup kita sudah berada di jalan yang benar, tapi kita harus memperjuangkan kebenaran, agar kebenaran itu selalu berada terdepan dan paling tinggi daripada yang lain. Inilah tujuan hidup kita sebagai Mukmin Profesional. Continue reading

Menjadi Profesional Di Rumah Sakit Dengan Nilai Spiritual

Nilai spiritual merupakan nilai yang universal, sejatinya, keindahannya dapat mewarnai beragam kemasan diantara manusia, mulai dari kemasan umum yang bernama suku dan negara, hingga kemasan pribadi yang bernama profesi. Rumah sakit menjadi tempat berpadunya beragam profesi, dengan misi bersama yaitu memberikan bantuan kepada pasien dan keluarganya, tidak ada pilihan lain jika sebuah rumah sakit berhajat memberikan pelayanan terbaik maka semua profesi yang terlibat harus bekerja secara profesional. Bagaimana penguatan nilai spiritual mampu menghadirkan insan yang profesional? Continue reading

Cara termudah membuktikan keoptimisan anda

Kamis Optimis,

Hari ini adalah jejakan pertama dalam hitungan kalender masehi tahun 2015. Sejatinya momen ini sama dengan bergantinya tanggal dihari kemarin, yang membuat ia lebih dari biasanya… karena kalender lama yang telah terbukti kesetiaannya selama 12 bulan harus pensiun, dan digantikan kalender baru yang akan menemani langkah untuk 12 bulan yang akan datang.

Untuk semua pemimpin, termasuk anda dan saya, karena semua kita sejatinya adalah pemimpin… sambil menikmati segarnya udara pagi pertama tahun 2015, hari ini, mari menambahkan energi kepemimpinan dengan menebalkan lapisan kesadaran, bahwa optimisme kita selalu ditantang keseriusannya, dan langkah termudah untuk membuktikannya adalah “kerjakan apa yang sudah anda katakan”, cobalah menelusuri kembali komitmen-komitmen yang telah anda buat, adakah yang belum sempurna ditunaikan… sehingga dengan demikian anda berstatus sedang berhutang komitmen, jika perlu mohonkanlah ma’af pada pihak yang kepadanya anda berhutang komitmen dan mencari cara untuk melunasinya.

Membuktikan keoptimisan dengan melakukan yang telah dilisankan, karena itulah syarat agar pantas mendapatkan kepercayaan.

Selamat bekerja dan semoga semakin bermanfaat…

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!